Font Size:
Sistem Klasifikasi Kualitas Sapi Potong di Kabupaten Semarang Menggunakan Algoritma K-Means Clustering dan Naive Bayes Classifier Berbasis Web
Last modified: 2018-10-26
Abstract
Kualitas sapi potong tentunya sangat berpengaruh terhadap kualitas daging yang nantinya akan dikonsumsi oleh masyarakat. Penentuan klasifikasi kualitas sapi potong dirasa penting guna mempermudah pemerintah Kabupaten Semarang khususnya Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan dalam mengetahui kualitas sapi potong. Atribut yang digunakan dalam klasifikasi kualitas sapi potong yaitu umur (bulan), bobot (Kg), dan BCS (Body Condition Score). Kualitas sapi potong ini diklasifikasikan menjadi kualitas baik dan kurang baik. Sistem klasifikasi kualitas sapi potong ini dikembangkan berbasis web dengan menggunakan algoritma K-Means Clustering dan Naïve Bayes Classifier. Algoritma K-Means Clustering digunakan untuk mengelompokkan bobot sapi potong menjadi 3 kelompok untuk kemudian hasil pengelompokan tersebut diklasifikasi menggunakan algoritma Naïve Bayes Classifier bersama atribut lainnya yaitu umur dan BCS. Hasil dari penelitian ini berupa sistem klasifikasi kualitas sapi potong berbasis web yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang.
Full Text:
PDF