UNNES CONFERENCE, SEMINAR NASIONAL EVALUASI PENDIDIKAN I

Font Size: 
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS KARAKTER MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KOMPETENSI CERITA PENGALAMAN KELAS X SMA KOTA SEMARANG
Heri Sunanto

Last modified: 2015-03-06

Abstract


Rendahnya kualitas pendidikan khususnya pembelajaran di Indonesia merupakan cerminan rendahnya atau kurangnya kualitas profesionalnya guru dalam melaksanakan dan mempertanggungjawabkan menyusun instumen penilaian, di samping banyak faktor lain.

Menurut Lickona (dalam Megawangi 2004: 152) seorang guru sebagai pendidik karakter dalam mendidik karakter peserta didiknya, harus melakukan beberapa hal seperti (1) memperlakukan peserta didiknya dengan penuh kasih sayang, adil dan hormat, (2) memberikan perhatian khusus secara individual terhadap permasalahan setiap peserta didiknya dengan memberikan dorongan atau pujian yang mempunyai sentuhan personal, (3) pendidik harus menjadi panutan moral bagi peserta didiknya, dan selalu memperbaiki citra dirinya, dan (4) mampu mengoreksi perilaku peserta didiknya yang salah.

Permasalahan yang sering dihadapi oleh guru dalam melaksanakan penilaian keberhasilan belajar siswa adalah  (1) belum dipahaminya teknik pelaksanaan penilaian dan (2) belum dipahaminya penyusunan alat  penilaian  yang dapat  dijadikan  sebagai  panduan  dalam melaksanakan penilaian.

Instrumen penilaiaan memegang peranan  sangat penting dalam menentukan mutu suatu pembelajaran, karena validitas atau kesahihan data yang diperoleh akan sangat ditentukan oleh kualitas atau validitas instrumen yang digunakan, di samping prosedur pengumpulan data yang ditempuh. Hal ini mudah dipahami karena instrumen penilaian  berfungsi mengungkapkan fakta menjadi data, sehingga jika instrumen penilaian  yang digunakan mempunyai kualitas yang memadai dalam arti baik dari segi valid, reliabel.

 

tingkat kesukaran, daya beda, dan efektivitas distraktor maka data yang diperoleh akan sesuai dengan fakta atau keadaan sesungguhnya di lapangan. Kualitas instrumen penilaian  yang digunakan tidak baik dari segi validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, daya beda, dan efektivitas distraktor maka data yang diperoleh  tidak sesuai dengan fakta di lapangan, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang salah.

Komponen model penilaian pada Mata Pelajaran Bahasa Indonsia Berbasis Karakter mencakup 3 hal, yaitu: Perilaku dalam proses pembelajaran mencakup sikap dan tindakan peserta didik terhadap pembelajaran,  teman dan guru. Sikap dan tindakan dalam komponen ini khususnya mengacu pada nilai yang ada pada materi dan kegiatan pembelajaran. Komponen ini tepat diungkap menggunakan teknik pengamatan siswa (observasi), angket/respon siswa, pertanyaan langsung/wawancara,. Upaya peserta didik mengarah pada karakter nilai  Rasa Ingin Tahu peserta didik.


Full Text: FULLTEXT